PALANGKA RAYA – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Tengah, Prof. Bulkani, menegaskan bahwa upaya pembenahan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tidak cukup hanya dilakukan melalui perubahan struktur kelembagaan, apabila tidak diiringi dengan perubahan paradigma dalam pengelolaannya.
Menurutnya, perdebatan mengenai di mana Polri bernaung atau bagaimana struktur organisasinya bukanlah persoalan substantif. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai, cara berpikir, dan komitmen internal benar-benar diubah dan diamalkan dalam praktik sehari-hari.
“Tidak ada gunanya perubahan struktur jika paradigma pengelolaannya tidak berubah dan tidak diamalkan,” tegas Prof. Bulkani.
Ia menilai, kunci utama perbaikan Polri terletak pada kesungguhan para pimpinan dalam menumbuhkan dan mengembangkan komitmen untuk memperbaiki citra institusi di mata masyarakat. Tanpa keteladanan dari pimpinan, menurutnya, reformasi internal hanya akan berhenti pada tataran wacana.
Prof. Bulkani juga menekankan pentingnya ketegasan terhadap oknum-oknum internal yang selama ini dinilai mencederai nama baik Polri. Penindakan yang adil dan konsisten, kata dia, merupakan langkah mendasar untuk mengembalikan kepercayaan publik.
“Oknum yang merusak citra Polri harus ditindak tegas. Citra Polri sebagai pengayom masyarakat harus benar-benar dijaga dan ditumbuhkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa perbaikan citra Polri harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Hal tersebut mencakup sistem rekrutmen yang bersih dan berintegritas, hingga pola pembinaan karier yang mengedepankan prinsip meritokrasi secara transparan.
Selain itu, Prof. Bulkani menilai perlunya sistem sanksi yang jelas serta indikator kinerja yang terukur agar setiap anggota Polri memiliki arah dan standar kerja yang pasti.
Ia berharap, melalui perubahan paradigma yang konsisten dan berkelanjutan, Polri dapat semakin dipercaya masyarakat dan menjalankan perannya secara optimal sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan publik.

Tinggalkan Balasan