Palangka Raya – Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya Polda Kalteng terus berkomitmen meningkatkan literasi kesehatan serta kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan medis. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pembekalan keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
Pada tahun 2026, Rumkit Bhayangkara menargetkan 10 sekolah tingkat SMA sederajat (SMA/SMK/MA) di wilayah Kalimantan Tengah untuk mendapatkan pembekalan keterampilan BHD sebagai bagian dari program edukasi kesehatan dan pengabdian kepada masyarakat.
Hari ini, Selasa (10/2/2026), Rumkit Bhayangkara melaksanakan kegiatan pembekalan keterampilan BHD kepada pelajar di SMAN 1 Palangka Raya. Kegiatan ini merupakan rangkaian ke-5 dari pelaksanaan program edukasi tanggap darurat bagi pelajar sekolah menengah.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya AKBP dr. Anton Sudarto, M.A.R.S., M.H., mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa pelajar merupakan kelompok strategis yang berpotensi menjadi penolong pertama (first responder) di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Pembekalan keterampilan BHD ini bertujuan untuk membekali pelajar dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menangani kondisi kegawatdaruratan, khususnya henti napas dan henti jantung. Dengan pelatihan ini, pelajar diharapkan mampu bertindak cepat dan tepat sebelum tenaga medis tiba,” ujar Karumkit.
Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan Rumkit Bhayangkara memberikan materi teori dan praktik langsung, meliputi pengenalan kondisi kegawatdaruratan, teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP), penilaian kondisi korban, serta simulasi penanganan korban gawat darurat. Pelatihan dilaksanakan secara interaktif guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis peserta.
Program pembekalan BHD ini sejalan dengan upaya Polri dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta membangun budaya sadar keselamatan dan tanggap darurat sejak usia sekolah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan literasi kesehatan pelajar melalui pendekatan edukatif dan preventif.
“Kami menargetkan sedikitnya 10 sekolah tingkat SMA sederajat sebagai sasaran pembekalan pada tahun ini. Ke depan, program ini akan terus diperluas secara berkelanjutan agar semakin banyak pelajar yang memiliki kompetensi dasar pertolongan pertama,” tambah Karumkit.
Rumkit Bhayangkara berharap melalui program ini, pelajar tidak hanya menjadi penerima informasi kesehatan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan siap menghadapi kondisi darurat medis. (Har/Adji)

Tinggalkan Balasan