Sampit, 10 Februari 2026 – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Tengah menggelar kegiatan sosial kemasyarakatan berupa penyerahan bantuan bedah rumah beserta pembagian bantuan sosial (bansos)kepada warga kurang mampu di Desa Pegatan Hilir, Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah.
Kegiatan yang dipusatkan pada rumah milik Bapak Juhri, salah satu warga yang selama ini tinggal di hunian yang tidak layak, ditandai dengan peresmian hasil renovasi rumah yang telah rampung dibedah. Bantuan bedah rumah diserahkan langsung oleh Dirpolairud Polda Kalteng Kombes Pol Dony Eka Putra, S.I.K., M.H. sebagai bentuk kepedulian institusi kepada warga yang membutuhkan, sekaligus memberikan hunian yang lebih aman, nyaman, dan sehat bagi keluarga penerima manfaat. Kegiatan seperti ini menjadi upaya nyata Polri hadir di tengah masyarakat dengan program yang langsung dirasakan oleh warga.
Selain itu, kegiatan sosial juga dilanjutkan dengan pembagian paket bantuan sosial kepada masyarakat desa, khususnya kepada keluarga prasejahtera, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Paket bansos tersebut berisi sembako dan kebutuhan pokok yang dirancang untuk meringankan beban ekonomi masyarakat setempat, sekaligus meningkatkan ketahanan sosial di tengah tantangan kehidupan sehari-hari.
Antusiasme warga tampak pada momen penyerahan secara langsung, di mana mereka menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Bagi banyak warga, bantuan tersebut tidak hanya memberikan manfaat materil tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan hubungan yang harmonis antara aparat kepolisian dan masyarakat lokal.
Program bantuan bedah rumah dan sosial ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan yang dijalankan oleh Dirpolairud Polda Kalteng untuk mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir dan wilayah perairan di Kalimantan Tengah. Dengan hadirnya bantuan ini, diharapkan kehidupan masyarakat di Desa Pegatan Hilir dapat semakin meningkat dan terangkat dari kondisi tidak layak huni serta kesulitan ekonomi.

Tinggalkan Balasan